Akademi Kesehatan Rajekwesi
mengadakan workshop jurnalistik bekerjasama dengan blokBojonegoro.com
Akademi kesehatan rajekwesi mengadakan workshop
jurnalistik bekerjasama dengan blokBojonegoro.com(sabtu,05 april 2014),
workshop jurnalistik yang bertempat di aula rajekwesi tersebut di ikuti
oleh puluhan mahasiwa dari prodi keperawatan
dan kebidanan serta direktur Akademi Kesehatan Rajekwesi dan hampir semua staf
serta pengajar yang berada dalam lingkungan Akes Rajekwesi. Dalam sambutanya
direktur akes rajekwesi ibu Fidrotin Azizah M.kes menegaskan bahwa pentingnya kita mengenal tentang dunia
jurnalistik untuk menambah wawasan serta menumbuhkan minat mahasiwa dalam
mengelola media kampus yang telah ada.
Dalam workshop jurnalistik yang di hadiri langsung
oleh pimpinan redaksi blokBojonegoro.com yaitu pak Nanang Fahrudin sebagai
pemateri, di awal awal pengenalan tentang pers beliu menjelaskan tentang
sejarah berdirinya pers di Indonesia dan siapakah bapak pers nasional? serta
perjalan pers pada masa presiden pak Soekarno-Soeharto yang awalnya bebas tapi
sebentar lalu dikekang hinggga era kebebasan dengan lahirnya UU Pers nomor 40
tahun 1999 di masa pemerintahan pak BJ Habibie sampai sekarang.
Pada materi inti yaitu tentang bagaimana MENULIS
BERITA DAN MENGELOLA MEDIA beliu
menjelaskan ada 3 cara penggalian data, cara yang pertama Observasi/turun
kelapangan yang kedua Wawancara dan yang ketiga Data pustaka/Buku-dokumen
disini beliu menceritakan pengalaman sebagai wartawan saat terjun langsung
kelapangan, di lapangan kita akan menemukan hal hal yang sebelumnya kita tidak
perkirakan. ada 3 jenis berita 1.peristiwa
> Straigght news (berita langsung) 2.kasus > depth news (berita
mendalam) 3. Fenomena > feature
(berita kisah) serta dalam berita itu
harus mengandung unsur 5 W+1 H.
Langkah pertama membuat media adalah menyiapkan SDM
(SumberDaya Manusia) baik itu
Wartawan,Editor,Layouter DLL.
Kedua Perencanaan di buat rapat berkala untuk
membahas apa yg dibutuhkan, media apa yg diterbitkan dalam bentuk apa? Kemudian
siapa sasaran pembacanya? Rubrikasinya apa saja? Layout yg diharapkan
bagaimana? Dan penentuan deadline.
Ketiga adalah Editing langkah ini diperlukan untuk
mengantisipasi kesalahan ketik atau kesalahan bahasa saat dilayout dan editing ini dilakukandilakukan dua kali,
yakni saat naskah masuk dan saat layout sudah dalam bentuk jadi dan lebih bagus
kalau editing ini dilakukan bersama sama karena sebagai proses pembelajaran,
Dan media kita siap untuk dicetak.
Pada sesi Tanya jawab para dosen dan mahasiswa
sangat antusias bertanya tentang materi yang telah disampaikan untuk lebih tahu
lagi tentang dunia jurnalistik di Indonesia umumya dan tentang media kampus
pada khususnya. Dan di akhir workshop pak Nanang Fahrudin berpesan untuk para
mahasiswa untuk menumbuhkan minat menulis, karena TIDAK ADA TEORI YANG MUDAH
UNTUK MENULIS KEUALI LANGSUNG MEMULAINYA. Agar bojonegoro tidak di kenal dalam
2 hal,Banjir dan Migasnya tapi bagaimana Bojonegoro itu terkenal dengan penulis
penulis hebatnya.